Penembak Polisi Belum Tentu Teroris

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengamat Terorisme Noor Huda Ismail pun meminta untuk tidak cepat menduga pelaku penembakan terhadap Bripka Dwi Data Subekti (56), anggota Unit Sabhara Polsek Serengan, Solo, merupakan bagian kelompok teroris tertentu.

Secara umum, kasus itu merupakan perbuatan kriminal yang bisa dilakukan siapa saja dan dengan latar belakang apa saja.

Kasus serupa sering terjadi di luar negeri. Misalnya karena faktor kekecewaan terhadap intitusi tertentu, atau orang yang punya keterampilan khusus bersenjata, namun tak dapat tempat dalam kehidupan bermasyarakat.

Merupakan ulah teroris. Atau bisa jadi pelakunya adalah kelompok-kelompok yang beranggapan bahwa negara ini adalah musuh.

“Polisi dalam hal ini adalah alat negara, sehingga dianggap sebagai musuh yang harus diserang,” ujarnya.

Yang pasti dilihat dari motif penembakan serta luka yang diderita korban, Huda menyimpulkan bahwa pelaku merupakan penembak profesional.

“Sebelum eksekusi, pelaku sempat ngobrol dengan korban. Ini bukti bahwa pelaku profesioanal karena tenang saat akan bertindak dan saya berkeyakinan pelaku sudah terlatih,” paparnya.

Sumber: Suara Merdeka

Copyright © 2018 Yayasan Prasasti Perdamaian. All Rights Reserved