Motif Terorisme Balas Dendam ke Polisi

Polisi memang sudah lama menjadi sasaran pelaku teror mengatasnamakan agama.

Pengamat terorisme menilai motif terorisme itu lantaran aparat kepolisian kerap menghalangi keinginan mereka untuk mendirikan ‘negara Islam’.

Serangan itu termasuk menghakimi pihak asing yang membantu polisi dalam hal kontraterorisme dan sejumlah tindakan polisi terhadap para pelaku yang dinilai melanggar HAM.

“Penyerangan terhadap polisi sudah terjadi sejak tahun 2005 dengan pelaku Asep Jaja. Ia menyerang pos di Ambon dan Yulis Hartono yang menyerang pos polisi di Purworejo,” ujar pengamat terorisme Noor Huda Ismail saat ditemui di Semarang, Senin (3/9).

Noor Huda menambahkan, sejak Bom Bali I pada tahun 2002 sedikitnya 55 terduga teroris telah meregang nyawa ditembak polisi.

“Kondisi tersebut memunculkan upaya balas dendam atau qiqosh di lingkungan keluarga, sanak saudara, dan rekan korban untuk melakukan aksi terorisme kembali.”

Seperti diketahui, dalam sepekan ini kota Solo diteror serangkaian serangan tembakan maupun pelemparan granat oleh kelompok yang diduga masih terkait jaringan Abu Omar dengan sasaran polisi. Bahkan terakhir, mereka melawan tim Densus 88 yang sedang memburu mereka. Satu anggota Densus 88 gugur terkena tembakan terduga teroris jaringan Abu Omar ini.

Sumber: beritasatu.com

Copyright © 2018 Yayasan Prasasti Perdamaian. All Rights Reserved